Tubuh

Mengapa Kita Merinding? (Oleh Yessi Pratiwi)

Kalau sedang kedinginan, kadang di tubuh kita muncul benjolan-benjolan kecil di kulit, sambil sesekali menggigil. Udara dingin membuat otot-otot pada akar rambut di kulit menjadi kaku. Hal ini menyebabkan terjadinya benjolan-benjolan kecil tersebut. Rambut berdiri, menjebak udara di antara rambut-rambut itu dan melindungi tubuh dari dingin.

Penglihatan dan Usia (Oleh Yessi Pratiwi)

Mata adalah salah satu organ optik canggih yang menjadi bagian tubuh kita. Seringkali, bertambahnya usia dihubungkan dengan mulai memudarnya kejernihan pandang, sekaligus menjadi sumber timbulnya masalah-masalah seperti katarak dan sebagainya. Apakah memang ada hubungannya? Katarak sangat umum diidentikkan dengan usia yang lanjut. Mengapa? Lensa mata terbentuk dari air dan molekul protein. Dengan bertambahnya usia, molekul-molekul ini menjadi rapat satu sama lain. Kemudian terbentuklah kabut di area lensa, hal ini akan menghalangi cahaya untuk mencapai bagian retina. Pernah kelilipan? Nah, saat kita kelilipan, kita merasakan sesuatu menghalangi pandangan, mata tidak bisa melihat dengan jelas. Sebenarnya, sesuatu yang masuk ke mata akan menghalangi pandangan jika tepat menghalangi tempat masuknya cahaya ke bagian retina, dan akan menyebabkan kaburnya pandangan mata. Dalam dunia kedokteran, kaburnya pandangan pada usia lanjut juga disebabkan oleh degenerasi makula. Apa itu makula? Makula merupakan daerah amat kecil pada retina mata yang bertanggung jawab atas tugas penglihatan detail. Marsekal Udara Raman R. Saman, MD Ophth, AMS, MBA, dokter ahli penyakit mata, menyebutkan bahwa pada manula, kemungkinan pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil (trombosis) sekitar retina menjadi lebih besar. Trombosis mudah terjadi akibat penggumpalan sel-sel darah merah dan penebalan pembuluh darah halus. Sekitar 70% bentuk degenerasi makula bersifat involutif (tipe kering) yang berkaitan erat dengan proses penuaan (usia 60 ke atas) karena kerusakan atau penipisan jaringan pada makula.

Amnesia dan Usia (Oleh Yessi Pratiwi)

Apakah daya ingat berhubungan dengan usia? Sebenarnya, proses ingatan itu terdiri atas 4 bagian yaitu : menerima, encode, menyimpan dan mendapatkan kembali, lalu melupakan. Pada saat kita menerima input tentang sesuatu hal, masukan dari panca indra diterima dalam bagian khusus korteks. Jika hanya disimpan dalam sepersekian detik, maka ingatan tersebut akan menjadi ingatan sesaat. Biasanya, input informasi yang menjadi ingatan jangka pendek berupa hal-hal sekilas dan tidak penting. Jadi, tergantung respon otak kita saat menerima input, kita menganggapnya penting atau tidak. Nah, saat kita menganggap sebuah input informasi penting, selang beberapa detik setelah input diterima, informasi tersebut mulai dikodekan dengan bantuan hipokampus dan area-area lain dari lobus temporal medial. Seiring dengan pertambahan usia, ingatan kita memang menurun secara bertahap. Penurunan ingatan paling signifikan adalah pada kemampuan mengingat kembali, dimana emosi juga memiliki andil terhadap hal ini

Apakah Kuku Tetap Bertambah Panjang Setelah Kematian? (Oleh Yessi Pratiwi)

Haha. Jangan ada yang takut duluan. Kita tidak akan membicarakan film-film horor dimana hantu-hantu—yang tidak masuk akal itu—memiliki kuku panjang sekali. Kita akan membahas sisi ilmiahnya saja. Desas desus bahwa kuku manusia tetap bertambah panjang setelah kematian perlu diluruskan. Yuk, menambah ilmu lagi. Kuku manusia merupakan bagian yang tumbuh dari sel yang dipenuhi oleh zat keratin protein, zat yang terdapat juga pada rambut. Sel ini mirip dengan gel lembut yang mati, mengeras, lalu tumbuh menjadi kuku pada ujung jari. Kuku juga memiliki kulit ari pada pangkalnya, dan berdasarkan Wikipedia, kulit ari ini berfungsi sebagai pelindung kuku dari kotoran. Kuku jari kita berfungsi sebagai pelindung ujung jari yang lembut dan penuh urat syaraf sensitif, serta mempertinggi daya sentuh. Dalam seminggu, kuku jari tangan akan tumbuh rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh. Kuku juga memerlukan nutrisi yang baik sehingga dapat berkembang dengan baik. Pertumbuhan kuku akan menjadi lambat dan rapuh jika nutrisi yang diterima oleh kuku kurang. Nah, pada orang yang telah meninggal, bagaimana mungkin kukunya bisa bertambah panjang sementara pemasukan nutrisi telah berhenti? Jadi, kuku tidak bertambah panjang sama sekali. Sebenarnya, saat manusia telah mati, tubuh kita akan mengering secara perlahan. Keringnya tubuh kita akan ditandai dengan terpisahnya kuku dan rambut dari kulit, karena tidak ada lagi perekat yang menyatukan bagian-bagian tersebut. Nah, karena kandungan air pada kuku dan rambut jauh lebih sedikit daripada bagian tubuh yang lain, maka laju pengeringan kuku dan rambut menjadi lebih lamban. Bahkan, kuku tampak tidak berubah sama sekali. Makanya, walaupun tubuh sudah menciut karena mengering, kuku dan rambut tampak masih tetap panjang. Kita jadi menganggap bahwa rambut dan kuku semakin panjang, padahal tubuh kita lah yang menciut akibat mengering. So, apa yang kamu lihat di film-film horor tidak benar sama sekali. Tanya saja sama pak produsernya

Belum 5 Menit (Oleh Yessi Pratiwi)

Seorang wanita duduk pada kursi sebuah café. Ia hampir saja menyantap sepotong kecil blackforest sebelum akhirnya potongan kecil itu jatuh ke lantai. Lalu wanita tersebut mengambil kembali makanannya, dan memasukkannya ke mulut seraya berucap : “Belum Lima Menit” Masih ingat dengan video komersil tersebut? Sekarang, banyak sekali orang-orang berkelakuan sama : mengambil kembali makanan yang sudah jatuh ke lantai, dengan tagline yang sama : Belum Lima Menit. Apakah tindakan ini dapat dibenarkan oleh sains, sementara lantai adalah gudangnya kuman-kuman yang siap mencemari makanan yang terjatuh? Well, aturan tentang memakan kembali makanan yang telah jatuh ke lantai sebenarnya secara tersirat digagas oleh Jenghis Khan. Tapi, batasan yang ia pakai saat itu adalah 20 jam, bukan lima menit, dengan asumsi bahwa saat itu udara di Asia Tengah sangatlah dingin. Di University of Maine, dilakukan penelitian tentang bakteri/ kuman yang terdapat pada makanan yang telah jatuh ke tanah. Hasilnya cukup mencengangkan : jumlah bakteri di makanan “basah” kayak keju malah turun seiring makin lamanya keju di permukaan tanah. Pada sebuah penelitian lain, seorang pelajar SMU di Chicago memenangkan Nobel untuk bidang Biologi setelah mengukur jumlah bakteri di bekas permen karet dan kue-kue yang berjatuhan di sekitar kampusnya. Ia menemukan bahwa makanan yang sudah jatuh ke lantai itu relatif bebas bakteri. Tapi, begitu dijatuhkan lagi ke lantai yang sengaja sudah dicemari bakteri E. coli, maka kontaminasi makanan akan terjadi dalam lima detik. Semakin alami bahan makanan yang dijatuhkan seperti daging, keju, maupun sayuran, maka bakteri akan semakin cepat mengkontaminasi makanan, karena umumnya bakteri paling suka dengan makanan alami. Tetapi, jelas saja penelitian ini bukan seperti yang diiklankan di TV. Pada iklan di TV, makanan jatuh di lantai, bukan di tanah. Pada penelitian pertama, bakteri dari keju jelas akan berpindah ke tanah, makanya semakin lama keju berada di tanah, keju akan semakin bebas bakteri. Nah, jika keju jatuh di lantai, justru bakteri pada lantai yang akan berpindah ke keju, karena bakteri merasa menemukan media baru (walaupun sebenarnya belum tentu cocok dengan dirinya). Hal sebaliknya juga berlaku pada penelitian kedua. Coba deh, dipikir-pikir. Ada hubungannya, bukan?

Bersin Mengeluarkan 40.000 Butir Air Penyebab Penyakit (Oleh Yessi Pratiwi)

Hatsyi! Hatchii!! Hayo tebak, suara apa itu? Pastinya sudah tidak asing lagi, kita menyebutnya bersin. Dalam sehari, orang bisa mengalami bersin hingga berkali-kali. Lalu, mengapa kita bisa bersin? Apakah ada hal khusus yang memicu terjadinya bersin? Bersin merupakan keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Udara tersebut keluar sebagai respon yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung. Tubuh kita kan punya sistem penolakan terhadap sesuatu yang tidak seharusnya berada dalam tubuh, seperti kehadiran bakteri, kuman, dll. Uniknya, saat bersin, secara refleks maka otot-otot yang ada di muka kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut atau berhenti berdetak untuk sekejap, selama bersin tersebut. Setelah bersin selesai, jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali. Berapa lama kita bersin? Karena bersin adalah pengeluaran udara, maka lama bersin akan sama dengan kecepatan udara tersebut keluar dari hidung, yaitu sekitar 70 meter/detik. Waw! Cepat sekali ya! Saat kita bersin, kita mengeluarkan butir-butir air yang terinfeksi oleh bakteri yang ingin dikeluarkan dari hidung/mulut. Dalam satu kali bersin, kita mengeluarkan sekitar 40.000 butir air dan siap tersebar kemana saja. Wah! Ini perkara serius, hehehe. Untuk itu, jangan arahkan bersin Anda ke tempat yang ramai, karena bakteri yang kamu keluarkan akan menyebar ke mereka. Carilah arah yang sepi untuk melakukan hajat ini

Kesemutan (Oleh Yessi Pratiwi)

Apakah kesemutan itu? Mengapa kita bisa kesemutan? Dalam ilmu kedokteran, kesemutan disebut dengan parestesia. Gejala kesemutan ini adalah timbulnya sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari dunia luar. Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan. Kesemutan terjadi jika syaraf dan pembuluh darah mengalami tekanan. Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah terganggu. Terganggu dalam hal ini bisa kamu defenisikan sebagai ‘terjepit’. Singkat kata, bagian tubuh tertentu bisa kesemutan karena ada bagian saraf yang terjepit. Sebenarnya parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu. Makanya, saat kesemutan, tidak jarang kita merasakan dingin atau bahkan sebaliknya pada daerah yang kesemutan.

Mau Putih? Tinggal di Negara Dingin :) (Oleh Yessi Pratiwi)

Orang-orang bule, kulitnya putih. Ada pula yang Albino. Orang Afrika, mayoritas berkulit hitam. Hitam pekat, malah. Orang Indonesia, tentu saja sawo matang. Mengapa warna kulit manusia berbeda-beda? Apakah warna kulit kita bisa berubah? Jawabannya : Mmm… nanti dulu ah! Baca sampai selesai dulu ya Warna kulit seseorang ditentukan oleh jumlah melanin yang terkandung pada kulitnya. Melanin adalah zat coklat (Brown substance) yang ada pada kulit semua orang. Semakin banyak kandungan melanin dalam kulit seseorang, bisa dipastikan kulit orang tersebut akan semakin gelap. Lalu, apa hubungan warna kulit dengan sinar UV (Ultra Violet)? Sinar Ultra Violet pada cahaya matahari akan menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak melanin. Hasilnya? Tentu saja kulit semakin gelap. Fungsi melanin yang tersimpan di lapisan kulit terluar akan melindungi kulit dari matahari. Oleh karena itu, orang-orang yang tinggal di daerah panas (tropis) akan memiliki kulit yang lebih gelap daripada yang tinggal di daerah dingin. Kita mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, sepanjang hari. Jadi, bagaimana pun kita melakukan perawatan tubuh, kemungkinan kulit kita menyerupai orang bule sangat kecil. Mengubah warna kulit adalah sama saja dengan mengurangi kandungan melanin pada kulit. Ini bukan hal yang mudah, lho Lagian ngapain sibuk-sibuk mengubah warna kulit. Kita patut dicintai koq, dengan kulit hitam legam sekalipun. Yang penting hati kita putih, ya kan?

6 Kali Berkedip Dalam 1 Menit (Oleh Yessi Pratiwi)

Tahukah kamu? Dalam satu menit, manusia bisa berkedip sebanyak enam kali. Saat berkedip, air mata dikeluarkan oleh kelenjar lakrimal di ujung mata. Air mata ini menyebar ke seluruh kornea mata agar bola mata tetap bersih dan basah. Nah, saat terkena angin, debu, atau sinar yang membahayakan mata, biasanya kita akan lebih sering berkedip. Kenapa? Karena mata membutuhkan air mata lebih untuk menjaga kebersihan mata, dan membuatnya tetap basah. Wow! Tuhan memang menciptakan fungsi tubuh yang maha sempurna di setiap sentimeter mahluk ciptaannya

Mabuk Di Perjalanan (Oleh Yessi Pratiwi)

Sebenarnya, kenapa kita bisa mabuk dalam perjalanan? Dapatkah hal ini dicegah? Mabuk disebabkan oleh adanya kekacauan pada sinyal-sinyal yang masuk otak. Secara ilmiah, otak dapat menerima sinyal dari berbagai sumber, seperti telinga bagian dalam, mata, tekanan pada kulit dan otot-otot dalam tubuh. Sistem Saraf Pusat (SSP) di otak kita akan mengumpulkan semua sinyal tersebut, sehingga informasi yang diterima membuat semacam gambaran akan apa yang sedang terjadi. Sinyal-sinyal tersebut bisa saling mengacaukan satu sama lain jika otak kita menerima sinyal secara bersamaan dari sumber sinyal. Hal ini biasanya terjadi jika kita melakukan aktivitas secara bersamaan di dalam kendaraan. Saat kendaraan yang kita tumpangi sedang melaju kencang, telinga dan kulit kita menyampaikan informasi bahwa kita sedang bergerak. Sedangkan jika kita membaca buku, misalnya, mata akan mengatakan bahwa huruf-huruf pada lembaran buku tersebut diam. Informasi yang berlawanan ini lantas diterima oleh otak secara bersamaan. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang menstimulasi otak untuk membuat kita merasa pusing, ingin muntah, dan sebagainya. Gejala ini lalu akan menjadi cikal bakal mabuk perjalanan. Mabuk dalam perjalanan bisa dicegah dengan duduk pada kursi yang searah dengan arah perjalanan. Jangan memfokuskan diri pada pohon-pohon atau benda-benda yang terlihat bergerak, karena hal tersebut akan mengacaukan sinyal yang diterima otak. Sama halnya dengan contoh sebelumnya, kulit dan telinga kita akan mengatakan bahwa kita sedang bergerak ke suatu arah, katakanlah Utara. Namun, mata akan mengatakan bahwa kita bergerak ke arah yang berlawanan (Selatan), sehingga pohon-pohon yang kita lihat tampak berkejar-kejaran. Arahkan pandangan pada garis cakrawala saja. Itu lebih baik. Mabuk disebabkan oleh adanya kekacauan pada sinyal-sinyal yang masuk otak. Secara ilmiah, otak dapat menerima sinyal dari berbagai sumber, seperti telinga bagian dalam, mata, tekanan pada kulit dan otot-otot dalam tubuh. Sistem Saraf Pusat (SSP) di otak kita akan mengumpulkan semua sinyal tersebut, sehingga informasi yang diterima membuat semacam gambaran akan apa yang sedang terjadi. Sinyal-sinyal tersebut bisa saling mengacaukan satu sama lain jika otak kita menerima sinyal secara bersamaan dari sumber sinyal. Hal ini biasanya terjadi jika kita melakukan aktivitas secara bersamaan di dalam kendaraan. Saat kendaraan yang kita tumpangi sedang melaju kencang, telinga dan kulit kita menyampaikan informasi bahwa kita sedang bergerak. Sedangkan jika kita membaca buku, misalnya, mata akan mengatakan bahwa huruf-huruf pada lembaran buku tersebut diam. Informasi yang berlawanan ini lantas diterima oleh otak secara bersamaan. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang menstimulasi otak untuk membuat kita merasa pusing, ingin muntah, dan sebagainya. Gejala ini lalu akan menjadi cikal bakal mabuk perjalanan. Mabuk dalam perjalanan bisa dicegah dengan duduk pada kursi yang searah dengan arah perjalanan. Jangan memfokuskan diri pada pohon-pohon atau benda-benda yang terlihat bergerak, karena hal tersebut akan mengacaukan sinyal yang diterima otak. Sama halnya dengan contoh sebelumnya, kulit dan telinga kita akan mengatakan bahwa kita sedang bergerak ke suatu arah, katakanlah Utara. Namun, mata akan mengatakan bahwa kita bergerak ke arah yang berlawanan (Selatan), sehingga pohon-pohon yang kita lihat tampak berkejar-kejaran. Arahkan pandangan pada garis cakrawala saja. Itu lebih baik. Kekurangan air menyebabkan darah menjadi kental dan pekat, karena ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyaring darah. Sementara, saluran dalam gijal ini sangat halus. Darah kental sekalipun dapat menyebabkan kerusakan pada glomerulus ginjal. Makanya, pada orang yang mengalami penyakit ini, air seninya akan menjadi merah, karena saringan ginjal bocor. Selain itu, otak merupakan organ yang paling boros mengkonsumsi nutrisi dan Oksigen. Jika darah kita mengental karena airnya terus disedot oleh tubuh, maka penyampaian nutrisi dan oksigen ke otak menjadi terhambat dan dapat menyebabkan lemah otak. Pada orang yang dehidrasi, ia akan berpikir lebih lambat dari biasanya. Yang paling parah dari akibat otak kurang nutrisi dan Oksigen adalah sel-sel otak yang cepat mati dan tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya. So, ayolah berinvestasi dari sekarang. Minum yang banyak. Minum aja koq repot

Leave a Reply